Santri PONSU Isi Liburan dengan Cooking Class, Olah Daging Kurban Menjadi Bakso dan Siomay

SIDOARJO – Suasana berbeda tampak di lingkungan Pondok Yatim Duafa Yayasan Nur Sedekah Umat (PONSU) pada Senin (1/6/2026). Puluhan santri mukim dan nonmukim mengikuti kegiatan memasak bersama yang dikemas dalam program cooking class. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 tersebut menjadi sarana edukatif sekaligus menyenangkan untuk mengisi waktu libur setelah pondok menerima banyak daging kurban.
Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan memasak, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kerja sama di antara para santri. Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan hingga menikmati hasil masakan bersama-sama.

Pada tahap persiapan, daging sapi yang sebelumnya telah digiling di pasar menjadi adonan bakso siap olah disiapkan oleh panitia. Selanjutnya, para santri bersama pengasuh dan pendamping bergotong royong menyiapkan berbagai peralatan memasak serta bahan-bahan pendukung yang diperlukan. Aktivitas tersebut menjadi pembelajaran awal bagi para santri tentang pentingnya perencanaan dan kesiapan sebelum memulai pekerjaan.
Memasuki proses memasak, suasana dapur pondok semakin ramai. Seluruh santri dilibatkan secara langsung dalam pembuatan Pentol Bakso dan Siomay. Ada yang bertugas membentuk adonan, merebus Bakso, menyiapkan bumbu, hingga mengatur peralatan memasak. Dengan pendampingan para pengasuh, setiap santri memperoleh kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan yang mungkin belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Kebersamaan terlihat kuat selama proses berlangsung. Para santri saling membantu dan bekerja sama agar seluruh masakan dapat terselesaikan tepat waktu. Tidak sedikit di antara mereka yang merasa bangga saat melihat hasil olahan yang dibuat bersama mulai matang dan siap disajikan.
Setelah seluruh masakan selesai dimasak, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Para santri menyajikan Bakso dan Siomay hasil karya mereka sendiri untuk dinikmati bersama pengurus dan para pendamping. Momen tersebut menjadi bagian yang paling ditunggu karena seluruh peserta dapat merasakan hasil kerja keras yang dilakukan secara gotong royong.

Kegiatan tidak berhenti setelah makan bersama. Sebagai bagian dari pendidikan karakter, seluruh santri kemudian bertanggung jawab membersihkan peralatan makan yang telah digunakan. Mereka juga bersama-sama membersihkan serta merapikan lokasi kegiatan agar kembali tertata seperti semula.
Pada sesi penutupan, pengurus dan pendamping mengadakan evaluasi serta pemaknaan kegiatan cooking class. Para santri diajak merefleksikan pengalaman yang diperoleh selama memasak bersama. Selain belajar keterampilan mengolah makanan, mereka juga memahami pentingnya kerja sama, kedisiplinan, kemandirian, serta rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan Allah SWT melalui daging kurban yang diterima pondok.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, PONSU berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan karakter santri. Cooking class menjadi bukti bahwa waktu libur dapat diisi dengan aktivitas positif yang tidak hanya menambah keterampilan hidup, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara santri, pengasuh, dan para pendamping. Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, para santri diharapkan semakin tumbuh menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

