YNSU - ARTIKEL/BERITA/GALERI FOTO

YNSU Raih Penghargaan 10 Besar Penyelenggara Donor Darah Terbanyak dari PMI Sidoarjo

Penghargaan yang diterima YNSU menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan yang dijalankan secara konsisten mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap kantong darah yang terkumpul bukan sekadar angka statistik, melainkan harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah untuk menjalani pengobatan dan penyelamatan nyawa.

“Andai Aku Bisa Kembali”: Penyesalan Terbesar Menjelang Kematian

Mungkin itulah alasan mengapa penyesalan terbesar menjelang kematian bukan tentang kurangnya harta, melainkan kurangnya amal. Sebab ketika ajal sudah di depan mata, manusia akhirnya memahami satu hal penting: kesempatan paling mahal di dunia ternyata bukan waktu untuk mencari uang, melainkan waktu untuk menambah kebaikan. Dan kesempatan itu sedang kita miliki hari ini.

Wakaf Kecil, Pahala Besar: Menanam Kebaikan yang Tak Pernah Putus

Di tengah hidup yang serba sementara, wakaf seperti menghadirkan jejak kebaikan yang melampaui usia manusia. Tubuh boleh terkubur, nama mungkin perlahan dilupakan, tetapi manfaat yang ditinggalkan tetap hidup. Karena itu, wakaf bukan hanya tentang memberi benda. Ia juga tentang harapan. Harapan agar ada pahala yang terus menemani perjalanan seseorang bahkan setelah ia meninggalkan dunia.

Santri PONSU Isi Liburan dengan Cooking Class, Olah Daging Kurban Menjadi Bakso dan Siomay

Melalui kegiatan sederhana tersebut, PONSU berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan karakter santri. Cooking class menjadi bukti bahwa waktu libur dapat diisi dengan aktivitas positif yang tidak hanya menambah keterampilan hidup, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara santri, pengasuh, dan para pendamping.

Jangan Menunggu Kaya untuk Bersedekah

Hampir semua orang sebenarnya mampu berbagi. Yang sering menjadi penghalang justru rasa takut: takut kekurangan, takut hidup makin sempit, atau takut masa depan tidak aman. Padahal ketakutan itulah yang perlahan membuat hati menjadi keras dan hidup terasa berat. Banyak orang memiliki harta melimpah tetapi sulit merasa tenang. Sebaliknya, ada orang sederhana yang hidupnya biasa-biasa saja namun hatinya lapang karena terbiasa memberi.

Allah Tidak Pernah Menyia-nyiakan Orang yang Gemar Bersedekah

Namun kehidupan sering menghadirkan jawabannya dengan cara yang tak terduga. Ada orang yang tetap diberi kesehatan di tengah sempitnya ekonomi. Ada yang dipertemukan dengan pekerjaan baru setelah membantu orang lain. Ada pula yang hidupnya terasa lebih lapang, bukan karena hartanya melimpah, tetapi karena hatinya dipenuhi rasa cukup.