YNSU - ARTIKEL/BERITA/GALERI FOTO
-
Sebanyak 115 orang tercatat mengikuti proses pendaftaran. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan kadar hemoglobin (Hb), hanya 73 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Jumlah tersebut setara 63,48 persen dari total pendaftar. PMI Sidoarjo sebelumnya telah menyediakan 100 kantong darah untuk kegiatan tersebut.
-
Dari 73 pendonor yang berhasil menyumbangkan darah, 24 orang bergolongan darah A, 15 orang golongan B, 26 orang golongan O, dan 8 orang bergolongan darah AB. Darah yang terkumpul selanjutnya menjadi bagian dari persediaan PMI untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
-
Bagi YNSU, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terlayani, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan dalam membantu sesama sekaligus menanamkan nilai-nilai syariat kepada generasi muda sejak dini.
-
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1448 H. Mari songsong tahun baru dengan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat. Tahun 1448 H, saatnya memperbarui niat dan memperkuat ikhtiar untuk meraih ridha Allah SWT.
-
Kami dari Yayasan Nur Sedekah Umat (YNSU) akan menyampaikan Laporan Dana Zakat Mal dan Dana Infaq-Sedekah yang telah kami himpun dan salurkan selama bulan MEI 2026.
Sebanyak 115 orang tercatat mengikuti proses pendaftaran. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan kadar hemoglobin (Hb), hanya 73 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Jumlah tersebut setara 63,48 persen dari total pendaftar. PMI Sidoarjo sebelumnya telah menyediakan 100 kantong darah untuk kegiatan tersebut.
Dari 73 pendonor yang berhasil menyumbangkan darah, 24 orang bergolongan darah A, 15 orang golongan B, 26 orang golongan O, dan 8 orang bergolongan darah AB. Darah yang terkumpul selanjutnya menjadi bagian dari persediaan PMI untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
Ada kalanya seseorang merasa rezekinya sedang seret. Penghasilan tidak banyak berubah, sementara kebutuhan terus bertambah. Tagihan datang bergantian. Harga kebutuhan rumah tangga naik. Dalam keadaan seperti itu, menyisihkan uang untuk orang lain mungkin terasa...
Siang itu pemakaman berlangsung cepat. Matahari terasa terik ketika beberapa orang menurunkan jenazah ke liang lahat. Tanah merah perlahan menutup tubuh yang sehari sebelumnya masih berjalan, berbicara, dan tertawa bersama keluarga. Tak lama kemudian, satu per satu pelayat mulai meninggalkan makam. Suara doa memudar bersama langkah kaki yang menjauh. Tinggallah sebongkah tanah sunyi dan seorang manusia yang baru saja memasuki alam yang sama sekali berbeda.
Mungkin kita tidak tahu kapan hidup akan berakhir. Tetapi selama napas masih ada hari ini, kesempatan untuk bersedekah dan memperbaiki diri masih terbuka. Dan jangan sampai suatu hari nanti, yang tersisa hanyalah kalimat paling menyakitkan: “Andai dulu aku lebih banyak berbuat baik.”
Itulah sebabnya para ulama sering mengingatkan agar jangan pernah meremehkan sedekah sekecil apa pun. Bisa jadi amal yang kita lupakan justru menjadi penyelamat ketika seluruh manusia sibuk mempertanggungjawabkan hidupnya. Dan mungkin, di saat manusia lain menyesali sedikitnya amal mereka, ada orang-orang sederhana yang tersenyum tenang karena kebaikan kecil yang dulu dilakukan diam-diam ternyata memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.
Khitanan massal hanyalah satu di antara berbagai program kemanusiaan yang dijalankan YNSU. Yayasan tersebut juga rutin mengadakan donor darah, penyaluran paket sembako, pemberian beasiswa pendidikan, serta pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa di Pondok Nur Sedekah Umat.
Bagi YNSU, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terlayani, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan dalam membantu sesama sekaligus menanamkan nilai-nilai syariat kepada generasi muda sejak dini.
Mungkin itulah mengapa permintaan terakhir seorang hamba setelah kematian bukan meminta rumah, harta, atau jabatan dikembalikan. Ia hanya ingin satu hal: kesempatan hidup sekali lagi untuk beramal saleh. Dan selama napas masih ada hari ini, kesempatan itu sebenarnya belum terlambat bagi kita.
Hari ini mungkin tangan masih mampu memberi. Hari ini mungkin tubuh masih sehat untuk berbuat baik. Hari ini kesempatan masih terbuka. Tetapi tidak ada yang tahu bagaimana keadaan esok. Dan bisa jadi, penyesalan terbesar setelah kematian bukan karena kurang kaya atau kurang terkenal, melainkan karena terlalu lama menunda sedekah hingga akhirnya kesempatan itu benar-benar hilang.