YNSU - ARTIKEL/BERITA/GALERI FOTO
Menurut Agus Suharja, capaian 100 pendonor menjadi sejarah baru bagi kegiatan donor darah di lingkungan Taman Suko Asri. Sebelumnya, rekor tertinggi yang pernah dicapai berada di angka 89 pendonor. Lonjakan partisipasi warga tahun ini dinilai menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial.
Islam memandang rumah tangga sebagai tempat bertumbuhnya rahmat. Karena itu, ketika hubungan terasa dingin, jangan hanya sibuk mencari solusi duniawi. Kadang yang dibutuhkan bukan sekadar liburan, hadiah mahal, atau nasihat panjang, melainkan hati yang kembali dekat dengan Allah.
Laporan Dana Zakat Mal dan Dana Infaq-Sedekah yang telah disalurkan Yayasan Nur Sedekah Umat (YNSU). Semoga laporan ini menjadikan kita semakin semangat dan istiqomah membantu agar semua program YNSU terlaksana dengan baik dan memenuhi sasaran yang tepat.
Di saat banyak orang sibuk menumpuk demi rasa aman, sedekah justru melatih manusia untuk percaya kepada langit. Bahwa sumber kehidupan bukan semata pekerjaan, usaha, atau tabungan, melainkan Allah Yang Maha Mengatur segalanya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kelancaran para calon jemaah haji. Suasana haru semakin terasa saat seluruh warga yang hadir menyalami satu per satu calon jemaah sebagai bentuk dukungan dan perpisahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon jemaah haji dari Perum Taman Suko Asri dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali membawa nilai-nilai spiritual yang berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Bagi Anda yeng berniat berdonor darah di tempat kami, mohon membaca dengan seksama di bawah ini. Donor darah ini hasil kerjasama Yayasan Nur Sedekah Umat (YNSU), RW 7, RW 8, Masjid An Nur dan musholla Al Hikmah. Semoga dengan persiapan ini berhasil menjadi pendonor darah besok.
Dalam Islam, kesulitan bukan tanda Allah meninggalkan hamba-Nya. Justru sering menjadi jalan agar manusia kembali mendekat. Saat diuji kekurangan, manusia belajar bersyukur. Saat sakit, ia belajar sabar. Saat kehilangan, ia belajar bahwa dunia memang tidak abadi.
Tentu jalan ini tidak instan. Akan ada perbedaan pendapat, kelelahan, bahkan kekecewaan. Namun Islam mengajarkan amar makruf nahi mungkar sebagai tanggung jawab sosial, bukan sekadar nasihat personal. Membela keadilan ekonomi adalah bagian dari ibadah ketika diniatkan untuk kemaslahatan umat.
Di masa sulit, kesederhanaan bukan kemunduran. Ia strategi bertahan sekaligus jalan bertumbuh. Qana’ah menenangkan hati, zuhud menjaga arah, dan hidup sederhana memberi ruang untuk masa depan. Sebab kadang yang perlu ditambah bukan penghasilan, melainkan kebijaksanaan dalam membelanjakannya.