HOME

Visi Misi

Visi sebagai tujuan di masa depan. Misi sebagai tindakan yang dilakukan agar visi dapat tercapai.

Motto/Kredo

Motto/kredo yang menjadi pedoman kami dalam bekerja.

Bidang Kerja

Gambaran bidang kerja kami yang kami bagi dalam jangka pendek, menengah & panjang

Motivasi/Penggerak

Apa yang menjadi penggerak kami. Dan mari dukung & bantu kami. Caranya?

Dukung & Bantu Kami

Kami akan menebar kebermanfaatan yang terus tersebar/terpancar kepada umat manusia. Seperti cahaya yang kami abadikan di kata Nur. Kata Nur juga nama dari masjid di lokasi kami.

Dalam bekerja kami berprinsip egaliter, menggalang semua potensi umat tanpa memandang latar belakang golongan, partai, organisasi & SARA.

Dan itu semua diwadahi dalam nilai-nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin sebagai ruh atau landasan YNSU dalam bergerak menggalang potensi, menebar manfaat, memberikan kontribusi bagi negeri agar senantiasa mendapatkan ridlo Allah SWT.

Berita & Informasi

  • Galeri Foto: Bakti Sosial Donor Darah Semangat Kemerdekaan
    Sebanyak 115 orang tercatat mengikuti proses pendaftaran. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan kadar hemoglobin (Hb), hanya 73 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Jumlah tersebut setara 63,48 persen dari total pendaftar. PMI Sidoarjo sebelumnya telah menyediakan 100 kantong darah untuk kegiatan tersebut.
  • Bakti Sosial Donor Darah Semangat Kemerdekaan, 73 Warga Sumbangkan Darah untuk Sesama
    Dari 73 pendonor yang berhasil menyumbangkan darah, 24 orang bergolongan darah A, 15 orang golongan B, 26 orang golongan O, dan 8 orang bergolongan darah AB. Darah yang terkumpul selanjutnya menjadi bagian dari persediaan PMI untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
  • Sedekah, Jalan Tak Terduga Datangnya Rezeki
    Ada kalanya seseorang merasa rezekinya sedang seret. Penghasilan tidak banyak berubah, sementara kebutuhan terus bertambah. Tagihan datang bergantian. Harga kebutuhan rumah tangga naik. Dalam keadaan seperti itu, menyisihkan uang untuk orang lain mungkin terasa...
  • Di Alam Kubur, Tak Ada Lagi Kesempatan Berbagi
    Siang itu pemakaman berlangsung cepat. Matahari terasa terik ketika beberapa orang menurunkan jenazah ke liang lahat. Tanah merah perlahan menutup tubuh yang sehari sebelumnya masih berjalan, berbicara, dan tertawa bersama keluarga. Tak lama kemudian, satu per satu pelayat mulai meninggalkan makam. Suara doa memudar bersama langkah kaki yang menjauh. Tinggallah sebongkah tanah sunyi dan seorang manusia yang baru saja memasuki alam yang sama sekali berbeda.
  • Baru Menyesal Setelah Terlambat: Pelajaran Tentang Sedekah dan Kehidupan
    Mungkin kita tidak tahu kapan hidup akan berakhir. Tetapi selama napas masih ada hari ini, kesempatan untuk bersedekah dan memperbaiki diri masih terbuka. Dan jangan sampai suatu hari nanti, yang tersisa hanyalah kalimat paling menyakitkan: “Andai dulu aku lebih banyak berbuat baik.”